• 11

    Jun

    Kasta Ikan Asin

    Dulu, ikan asin disebut-sebut sebagai jenis makanan orang-orang miskin. Hari ini justru ikan asin sulit terbeli oleh orang-orang miskin. *** Anggap saja ini catatan tidak penting. Apalagi karena ini memang rekaman masa kecil saya pribadi. Saya cuma ingin merenungi ulang saja ketika dulu saya masih sebagai seorang anak yang bermulut bau ikan asin. Setiap hari ditugaskan ke peukan los Jeuram, di gampoeng saya, Jeuram, dengan daftar belanja nyaris tak pernah sepi dengan ikan asin. Saat itu peukan itu belum berdiri sampai 2 tingkat seperti sekarang. Ingatan pada ikan asin itu berasosiasi pada banyak hal. Ada nilai hidup, perubahan dan berbagai keunikan perjalanan dari hidup itu sendiri. Pertama, tentang peukan los yang dulu sering saya kunjungi untuk belanja ikan asin t
  • 9

    Jun

    Pengakuan Ariel

    Dia terlihat di Bandung, hari ini. Wajahnya terlihat letih. Ada geram yang begitu membuncah terlihat di wajahnya. Giginya terlihat gemeretak menatap hujan yang jatuh satu-satu, masih berupa gerimis. Kenapa bisa terjadi seperti itu? Tanyaku pelan, karena memang sudah lama kami saling kenal. Entahlah. Sulit aku jelaskan Desahnya, pelan sekali. Apakah Tanyaku terhenti oleh kilat yang menyambar. Dhuar! Apakah, ada orang yang inginkan kejatuhanmu, bro? Tanyaku hati-hati karena percaya, dalam kondisi frustasi siapa saja bisa sangat sensitif. Atauada perempuan lain yang sakit hati padamu, dandan dia mencari berbagai cara untuk menja...
  • 8

    Jun

    Cerita Panas

    Berbicara ketertarikan manusia memang sangat unik. Dari yang dingin sampai yang panas. Dari soal es krim sampai kemungkinan lelehan salju yang tenggelamkan dunia. Dari jajanan pisang goreng yang masih panas, obrolan dengan senyum yang hangat sampai ke urusan perselingkuhan yang bikin hati juga panas. Wah! Mengangkat dingin dengan panas saja bisa dikaitkan dengan begitu banyak masalah. Seorang suami bisa merutuk terus menerus dalam hati jika didapatinya istrinya makin hari makin dingin. Seorang istri bisa mengomel sehari suntuk jika periuk terus dingin sedang suami adem ayem (baca: dingin), dalam arti suaminya tidak peduli soal periuk nasi. Dan dalam 3 hari ini lain lagi. Terdapat beberapa topik yang paling menarik perhatian masyarakat dari multi level. Perha
  • 8

    Jun

    Aku Jatuh Cinta pada Perempuan Yahudi

    Perempuan itu begitu indah, otak dan hatinya begitu bening. Pemikiran dia sepertinya memang percikan air dari mata air yang bersih. Dia perempuan Yahudi, dan aku mencintainya. *** Namanya Margaret Marcus, nama yang cukup indah terdengar di telingaku. Tidak terlalu kupentingkan kecantikannya, walaupun memang ia sangat cantik. Orang-orang sekampungnya memanggil dengan Maggy. Ia seorang perempuan yang tidak suka pesta, pergaulan bebas, rokok atau alkohol. Meskipun New York tempat ia berasal merupakan sebuah tempat yang lumayan longgar untuknya melakukan apa saja yang disenangi oleh jiwa mudanyaWestchester. Berawal dari ketika berusia bela...
  • 4

    Jun

    2 Arjuna Mencari Celana (Eps. 1)

    Ini cerita bukan dari jaman purba, tidak ada kaitan dengan Cinderella atau Samson dengan Delila. Tetapi hanya cerita tentang 3 anak manusia yang ingin menyatu dengan cinta, bermimpi bisa menjalani hidup yang lebih indah dari cerita Siti Nurbaya. *** Adalah Siumoy, gadis anggun, cantik, ayu dan berparas yang bisa dipastikan tidak kalah dengan Cinderella. Memiliki senyum yang juga tidak kalah dengan Nyi Loro Kidul. Tetapi terkadang memaksa diri untuk ikhlas saat jerawat di wajah berubah bentuk laiknya bisul. Tidak perlu disayangkan, walaupun ia memiliki banyak pemuja, namun ia memiliki kebiasaan yang harusnya hanya dilakukan...
  • 4

    Jun

    Ureueng Aceh Merekam Hasan Tiro

    Di sebuah gunung pedalaman Aceh, sebuah bendera dinaikkan. Deklarasi dilafalkan, pernyataan terbentuknya Aceh sebagai sebuah negara tercatat sebagai bagian sejarah yang kemudian menjadi darah. Lantas, terjalin damai yang dicapai dengan jalan yang tidak mudah. Sejarah itu mencatat seorang lelaki yang menjadi bagian think tank di organisasi DI/TII di bawah Daud Beureueh, Muhammad Hasan di Tiro. Berbagai buku referensi mencatat lelaki ini sebagai bagian intelektual Indonesia yang mencoba tawarkan langkah ideal agar negeri ini terhindar dari pertikaian dan konflik yang tidak berguna. Pusat yang notabene berada di Jakarta ditawarkan ...
  • 28

    May

    Aku, Sang Nabi

    Perkataan Musa di Thursina siapa pula yang sudah mendengar, tidak ada. *** Lalu, hari ini sepuluh catatan yang pernah tergenggam di tangan Musa dibakar oleh sekian ribu serigala yang pernah meminta diri di syurga untuk terlahir sebagai manusia. Apinya membumbung, sebagian asap mengepul hingga ke arasy. Berbau amis, busuk menusuk mengundang gerimis tangis. Setelah berganti Nabi di beribu purnama, angkara tidak lenyap seiring kematian waktu yang telah purba, angkara belum purna, meski pendatangan Nabi telah paripurna. Tanpa melihat diri, kita berbisik-bisik hanya dengan teta...
  • 27

    May

    Petunjuk Pejalan Kaki

    Banyak jalan lembab yang kita tapaki. Dan, kau pasti melihat, jika sempat, bekas tapak kakimu membekas persis seperti telapak kakimu bukan? Demikian juga telapak kakiku, terlihat begitu utuh di jalanan itu. Tidak kusayangkan bekasnya yang tidak terlalu besar, karena memang kakiku cuma kaki kecil saja, saudaraku. Beberapa orang berjalan di belakang, bisa jadi telapak kaki yang mereka tempatkan di jalanan itu nantinya akan membuat bekas kita hilang begitu saja, atau mungkin minimal kehilangan bentuk utuhnya. Namun, menyadari kemungkinan demikian lalu memilih untuk berhenti dan menoleh ke sana terus menerus, hanya akan membuat perjalanan ini mestinya bisa ditempuh dalam waktu yang tidak terlalu panjang, menjadi menuntut waktu lebih lama saja sedang usia bisa saja terhenti sedangkan kita tida
  • 23

    May

    Keburukan (Berbahasa) Ureueng Aceh

    Aceh kasar, tidak punya adab dan cenderung primitif plus udik. Sehingga dalam berbahasa pun, mereka tidak enak didengar. Yap, itu adalah selentingan yang terdengar, kebetulan dibawa angin dan nyasar ke telinga saya sebagai salah seorang Ureung Aceh. Tercenung juga ketika mendengar berita serupa ini. Mencoba tidak menyalahkan terlebih dahulu dan lebih memilih melihat sejernih mungkin. Tapi tidak tahu kenapa, saya lebih tertarik membedakan Aceh itu dengan Ureung Aceh Pantee [Aceh pesisir] dengan Ureung Aceh Gunoeng [Aceh dataran tinggi]. Mengulik kembali, sejauh mana perbedaan kedua kutub masyarakat bumoe Aceh tersebut? Cara berbahasa, jelas. Sikap, juga sangat jelas. Prinsip, lebih jelas lagi. Cara Berbahasa Hal kontras yang membedakan masyarakat Aceh satu dengan lainnya itu adalah, haba
  • 22

    May

    Taufik Ismail: Mengubah Indonesia dengan Sastra.

    Mereka berjuang, mereka mengabdi, tetapi mereka tidak mati dalam gelimang harta. Demikian petikan yang sempat saya tangkap saat tadi siang berhadir dalam acara bedah buku: Bacalah, dan seminar tentang membaca. Petikan yang diucapkan oleh seorang punggawa sastra negeri ini, Taufik Ismail di Gedung Serba Guna Institut Teknologi Bandung. Dan itu dilakukan ketika penutupan dengan pembacaan puisi beliau usai sesi pemaparan makalahnya yang diberi judul: Mengejar Ketertinggalan 60 Tahun Lamanya, Banyak Membaca Buku, Membaca Buku, Membaca Buku dan Terus Berlatih M...
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post